Destinasi Wisata Unik Di Kunjungi

Destinasi Wisata Unik Di Kunjungi

Destinasi Wisata Unik Di Kunjungi – Papan Jalan Abbey Road di London Dipasarkan Mulai Rp 168 Juta, apakah Tertarik untuk berkunjung?

Untuk beberapa fans The Beatles di London sudah tentu kenal dengan salah satunya batas jalan yang sangat iconic, yakni Abbey Road.

Tempat ini sebagai salah satunya tujuan rekreasi harus beberapa pencinta musik, khususnya untuk kamu penggemar group musik The Beatles yang paling mendunia.

Destinasi Wisata Unik yang Perlu Kita Kunjungi

Merekam riwayat perubahan group musik yang terkenal dengan Her Comes The Sun, Abbey Road pasti jadi asset bernilai untuk fans John Lennon dan teman-teman, terhitung papan jalan itu.

Baca Juga: Alasan Hilangnya Nomor 13 dan 17 di Pesawat

Papan jalan tertulis Abbey Road itu sekarang jadi incaran untuk beberapa fans The Beatles, semenjak nama batas jalannya dipasarkan pada tengah Februari 2021. Untuk penggemar berat The Beatles, beli papan pertanda ini sama juga dengan mengumpulkan bermacam barang yang terkait dengan band rock asal Inggris itu.

Tidak cuma album, papan ini dipandang mempunyai ketergantungan khusus dengan studio rekaman Abbey Road Studios. Kecuali The Beatles, studio ini sering dipakai musisi-musisi populer untuk lakukan rekaman. Sebutlah saja, Queen, Florence + the Machine, Ed Sheeran, sampai Lady Gaga.

Papan ini dipasarkan oleh Dewan Kota Westminster. Dikutip The Travel and Leisure, hasil pemasaran papan itu nanti akan didonasikan ke service sipil setempat. Papan yang ada di seberang jalan tempat personil The Beatles photo untuk album Abbey Road itu sebagai perancangan Misha Black di tahun 1967.

“Koleksi ini tawarkan peluang unik untuk mempunyai sisi dari riwayat kota kami,” kata wakil pimpinan Melvyn Caplan, dalam sebuah pengakuan yang dibagi oleh Hypebeast.

“Ini ialah tanda asli yang sudah berada di jalanan London dalam tahun-tahun ini – lewat peristiwa monumental dan tonggak budaya,” imbuhnya

Papan jalan itu dilelang lewat situs bid.catherinesouthon.co.uk. Harga penawaran diawali pada 11.900 dolar Amerika Serikat atau sejumlah Rp 168 juta.

Sampai sekarang ini, lelang papan Abbey Road telah mempunyai 35 penawar pada harga yang fantastis. Lelang itu berjalan semenjak 17 Februari sampai 3 Maret mencatatng.

Sultan! Resort di Bahama Akan Antar Tamu yang Positif COVID-19 Naik Jet Individu

Sebuah resort eksklusif di Bahama, Florida, Amerika Serikat, sediakan service khusus ke beberapa tamu dengan memberi asuransi perjalanan COVID-19 ala-ala sultan. Resort namanya Baha Mar itu memberi sarana jet individu untuk tamu yang bermalam di sana.

Dikutip Travel and Leisure, kecuali sediakan service test COVID-19, resort itu sediakan jet individu ke tiap tamu yang terkena virus corona. Bila dipastikan positif COVID-19, tamu itu akan diantarkan memakai jet individu super eksklusif untuk bermalam gratis sepanjang 14 hari di suite.

Sarana unik dan eksklusif ini sebagai sisi dari service hotel bertema ‘Travel with Confidence’.

“Di pada lingkungan perjalanan yang selalu berbeda ini, ialah arah kami untuk kurangi kecemasan pelancong sekitar COVID-19, dalam usaha untuk pastikan kesehatan, keselamatan, dan kenyamanan beberapa tamu kami,” kata Graeme Davis, Presiden Baha Mar,

Davis menjelaskan, service ini diberi untuk membuat kenyamanan dan ketenangan pemikiran ke pelancong supaya jalani karantina tanpa ongkos tambahan. Pemondokan itu mewajibkan beberapa tamu jalani Rapid Tes Antigen tiap lima hari sesudah kehadiran dan memberi pengetesan COVID-19 gratis pada tempat dia menginap.

Kecuali pengetesan COVID-19, Baha Mar tawarkan peralatan sarana “perawatan individu” dengan pencuci tangan, tisu disinfektan, sarung tangan, dan masker muka ke beberapa tamu.

Seperti yang yang lain, Baha Mar mewajibkan masker dikenai di semua tempat umum. Sekarang ini, cuman Grand Hyatt Baha Mar yang telah dibuka, sedang dua hotel lain gagasannya akan dibuka pada 4 Maret 2021.

Karena COVID-19, Festival Telanjang di Jepang Cuman Dituruti 100 Orang Dipilih

500 tahun lalu sebuah festival unik ada di Jepang. Dinamakan Hadaka Matsuri. Sekarang festival itu lebih terkenal dikenali sebagai naked festival telanjang atau festival.

Tiap tahunnya, beberapa ribu warga pria di Jepang padati prefektur Okayama pada bagian selatan Pulau Honshu untuk mendatangi festival telanjang itu. Tetapi, sayang festival yang mengikutsertakan beberapa orang itu mau tak mau tidak bisa ditemui tahun ini.

Dikutip CNN, juga dikenal sebagai Saidaiji Eyo, festival Hadaka Matsuri biasanya dikerjakan pada Sabtu ke-3 pada bulan Februari di Kuil Saidaiji Kannonin. Tahun ini, wabah COVID-19 memaksakan pelaksana kurangi beberapa hal secara signifikan.

Peserta umumnya didatangi oleh semua warga di kota Jepang, bahkan juga beberapa dari mereka tiba di luar negeri. Tetapi adat Hadaka Matsuri tahun ini yang diadakan pada 20 Februari lalu cuman didatangi oleh 100 orang dipilih saja.

100 pria mujur itu sebagai mereka yang sudah tangkap shingi dalam sekian tahun terakhir. Berlainan dengan tahun awalnya, festival Hadaka Matsuri tahun ini diadakan secara tertutup tanpa penonton.

Dalam festival ini, mereka umumnya bergabung untuk merebutkan ranting dan tongkat yang dilempar beberapa pendeta. Tetapi tahun ini berlainan, beberapa peserta dipilih itu akan bergabung di Kuil Saidaiji Kannonin untuk berdoa untuk kesuburan, usainya perdamaian dunia, dan wabah.

Berdasar laporan CNN, faksi pelaksana tidak menggagalkan secara detail festival. Itu untuk menghargai adat yang sudah berjalan sepanjang 500 tahun itu. Ketua Saijaiji, Eyo Minoru Omori, menjelaskan. Jika faksinya sudah mendapatkan kesepakatan oleh beberapa pendeta dan anggota komite untuk selalu melangsungkan acara itu.

“Dalam dialog dengan imam kepala dan anggota komite. Kami sudah capai ringkasan jika kami perlu doakan Eyo saat ini,” kata Eyo Minoru Omori.

Saat itu, Hadaka Matsuri diadakan untuk rayakan karunia dari panen yang berlimpah, kesuburan, dan kemakmuran. Di saat normal, acara diawali di sore hari dan dituruti anak lelaki buat tumbuhkan ketertarikan angkatan muda.

Lokasi Destinasi Wisata Unik Wajib Kunjungi

Acara umumnya acara akan diawali seputar jam 15.30 waktu setempat. Festival akan diawali dengan penyiraman air dingin. Air dingin disiramkan pada beberapa peserta yang lari melingkari kuil. Sekalian meredam rasa dingin, mereka tetap harus berlari.

Acara awalnya itu mempunyai makna bersihkan diri dari dosa-dosa duniawi. Hingga mereka nanti dipandang pantas dan bersih dari dosa saat akan masuk kompleks kuil. Acara awalnya pembersihan dosa berjalan sepanjang lebih kurang dua jam.

Sesudah penyucian, beberapa peserta dibolehkan masuk di dalam kompleks kuil. Dalam kompleks kuil yang terbatas itu, beberapa pria akan menanti matahari tenggelam sekalian berdesakan.

Menjelang jam 22.00 waktu di tempat, tingkatan terseru Festival Telanjang akan dimulai. Pendeta-pendeta kuil mulai akan lemparkan beberapa ratus ranting dan dua tongkat yang dipanggil sebagai Shingi ke peserta.

Ke-2 tongkat Shingi dipandang seperti lambang kesejahteraan dan kemakmuran. Warga Jepang yakini jika orang yang dapat memperoleh tongkat itu akan terima peruntungan sejauh tahun. Tongkat Shingi dipandang berkekuatan yang semakin tinggi dibanding dengan ranting. Karena tongkat itu dapat dibawa jadi jimat dan pulang.